Apa itu Sekolah Penitipan Tradisional?

Prasekolah tradisional juga dikenal sebagai sekolah terstruktur atau kognitif. Berikut ini 10 fitur prasekolah tradisional:

1) Ada kurikulum yang ditetapkan dengan tujuan khusus untuk anak-anak.

2) Mungkin ada periode pilihan bebas, tetapi ada penekanan kuat pada instruksi formal.

3) Tujuan dibangun di sekitar mengajar anak-anak matematika, huruf, angka, suara, bentuk, pemecahan masalah, klasifikasi, mendengarkan, dan banyak lagi.

4) Di sini, guru mengajar, mengarahkan, menjelaskan, dan mengatur setiap pelajaran. Anak-anak belajar dari guru mereka, bukan eksplorasi mereka sendiri.

5) Semua anak-anak cenderung mengerjakan kegiatan yang sama pada saat yang bersamaan. Misalnya, pada hari Thanksgiving, mereka semua dapat bekerja untuk membuat kertas konstruksi pra-potong bersama-sama untuk membuat kalkun. Penekanannya akan lebih pada produk jadi dari pada proses. Jika Anda pergi ke ruang kelas dan melihat papan buletin yang menampilkan 20 kalkun yang cocok, Anda mungkin berada di sekolah tradisional.

6) Ada penekanan pada kesiapan sekolah sehingga anak-anak menghabiskan waktu bekerja dengan lembar kerja untuk belajar matematika dan menulis.

7) Lingkungannya formal. Anak-anak memanggil guru Mrs. X atau Miss Y. Anda mungkin menemukan seragam atau kode berpakaian di sekolah semacam ini.

8) Mereka akan ketat memastikan anak Anda dilatih toilet sebelum usia tiga tahun.

9) Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang bersekolah di sekolah tradisional kurang agresif terhadap teman sebaya, lebih berorientasi tugas dan lebih baik dalam tes IQ dan prestasi.

10) Pada sisi negatifnya, mereka menunjukkan kemandirian dan inisiatif kurang, permainan mereka tidak sebagai imajinatif, dan mereka skor lebih rendah pada tes kreativitas.